KRISIS MORALITAS DAN OTORITAS GURU DI ERA DIGITAL: TANTANGAN PENDIDIKAN INDONESIA DI TENGAH BUDAYA VIRAL

Penulis

  • Kamaluddin Kamaluddin SDIT Harapan Bunda Manado

Kata Kunci:

moralitas, otoritas guru, pendidikan karakter, budaya digital, nilai Qur’ani

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis krisis moralitas dan menurunnya otoritas guru di era digital yang ditandai dengan cepatnya penyebaran budaya viral di kalangan pelajar. Fenomena pelajar yang tidak menghargai guru, meningkatnya kasus kriminalisasi terhadap tenaga pendidik, serta pergeseran nilai-nilai moral dalam dunia pendidikan menjadi fokus utama penelitian ini. Pendekatan penelitian menggunakan metode studi kasus deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan kuesioner terhadap guru dan siswa di sekolah Islam terpadu di Sulawesi Utara.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa di sekolah Islam terpadu, hubungan antara guru dan siswa dibangun dengan pendekatan kekeluargaan dan nilai keimanan, sehingga siswa menunjukkan penghargaan tinggi terhadap guru. Sementara di banyak sekolah umum, guru menghadapi tantangan dalam mempertahankan wibawa di tengah pengaruh budaya viral. Temuan ini menegaskan pentingnya rekonstruksi nilai-nilai pendidikan karakter berbasis Qur’ani yang menempatkan guru sebagai figur spiritual dan moral. Rekomendasi penelitian mencakup penguatan pendidikan karakter, pelatihan literasi digital bagi guru dan siswa, serta perlindungan hukum terhadap tenaga pendidik.

Referensi

Cover Journal of Management, Administration, Education, and Religious Affairs

Diterbitkan

2025-11-17

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

KRISIS MORALITAS DAN OTORITAS GURU DI ERA DIGITAL: TANTANGAN PENDIDIKAN INDONESIA DI TENGAH BUDAYA VIRAL. (2025). Transformasi, 7(2), 23-36. https://transformasi.kemenag.go.id/journal/article/view/341